Kamis, 15 September 2016

SANG KEKASIH BERCERITA

Kisah ini bermula saat aku baru duduk di bangku SMP. Aku baru mengenal yang namanya CINTA, yah. . . bisa dibilang ini cinta monyet. Awalnya aku ketemu dia setelah MOS (Masa Orientasi Siswa) . yaitu hari pertamaku resmi menjadi siswi SMPN 1 Nusantara.
 “kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!!!” bunyi alarm memengkakkan telingaku, dengan malas aku terbangun dan melangkah menuju kamar mandi. setelah mandi aku mengenakan seragam baru yang sudah disiapkan oleh mamaku. Aku bangga, mulai hari ini aku sudah memakai seragam putih dongker, berarti perjalanan baru akan segera dimulai. “nak ayo turun! Sarapan dulu!” teriak mamaku dari ruang makan. “iya ma, bentar lagi” jawabku. Tak lama kemudian aku menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa. “wah...wah...ternyata anak papa sekarang sudah memakai seragam putih dongker, berarti sudah gede ya” goda papaku sambil mengacak rambutku. “iya dong pa,mulai sekarang via bukan anak kecil lagi” jawabku bangga. “oh iya ma,via langsung berangkat saja ya,soalnya takut telat, entar via sarapan dikantin sekolah saja” kemudian aku mencium tangan mama dan papa. Aku menuju sekolah berjalan kaki bersama sahabatku rini yang kebetulan rumahnya dekat denganku. Disepanjang jalan kami berceloteh tentang sekolah baru kami, sehingga tak terasa kami sudah sampai disekolah.
“viiiiiii....sini!” teriak luna memanggilku, ketika aku baru memasuki gerbang sekolah. “iya lun ada apa?” aku menghampirinya. “kamu belum lihat pengumuman?” tanyanya. “belum,emang pengumuman apa?”tanyaku penasaran. “tuh pengumuman kelas sudah ditempel di mading” tunjuknya ke arah kerumunan siswa-siswa di depan mading. aku langsung menuju kesana, berdesak-desakan dengan anak-anak yang lain. Setelah melihat-lihat, ternyata namaku terdaftar di kelas VIIA yaitu kelas unggulan. “selamat ya vi...ternyata kamu masuk kelas unggulan!” rini mengagetkanku kemudian ia mengulurkan tangannya memberi selamat kepadaku. “makasih ya rin, aku gak nyangka kalo aku diterima di kelas unggulan” aku menyambut uluran tangannya. “meskipun kita beda kelas, tapi kamu jangan sungkan-sungkan main ke kelasku yah” ucapnya. “iya rin,pasti aku main ke kelasmu” tegasku.
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!!!! Bel sudah berbunyi, pertanda KBM akan segera dimulai. Aku dan rini berlalu meninggalkan mading, kami menuju kelas masing-masing. Setelah sampai di kelas VIIA ternyata disana sudah banyak teman-teman baruku, hampir semua bangku sudah ditempati. Hanya tinggal satu bangku yang kosong. Yaitu dipojok belakang dekat jendela. Aku terpaksa harus duduk disana, bersebelahan dengan seorang siswi berkacamata. Tak lama kemudian seorang guru memasuki kelasku.
“assalamu’alaikum anak-anak” sapanya ramah. “wa’alaikum salam bu”jawab kami serempak. “anak-anak karena hari ini adalah hari kalian disini, jadi hari ini akan diisi perkenalan saja, silahkan maju satu-persatu dan perkenalkan diri kalian”. Setelah perkenalan selesai akhirnya bel istirahatpun berbunyi. Semua teman-temanku berlalu meninggalkan kelas,kecuali


Tidak ada komentar:

Posting Komentar