Kamis, 15 September 2016

DIA YANG BERCERITA

Matanya mulai terasa panas saat ia mengingatnya.
Senyumnya, tatapan matanya, serta perhatiannya, selalu muncul dalam benak Reina. Padahal dengan susah payah Reina berusaha melupakan semuanya. Tapi hasilnya nihil, semakin Reina melupakannya justru ia semakin merindukannya. Rasa sesak selalu memenuhi rongga dadanya ketika rindu itu tak terbalaskan. Sudah beberapa bulan ini Reina tak menghubungi Rehan. Ia sengaja mengganti nomor telfonnya dan memblokir Rehan dari akun facebooknya, karena ia tak mau Rehan menghubunginya lagi. Ini adalah keputusannya sendiri, ia memilih pergi dari kehidupan Rehan demi kebahagiaan cowok tersebut. karena baginya kehadiran dirinya hanya membuat Rehan terluka. Ia ingin Rehan bahagia tanpa dirinya.
Reina mengusap air matanya yang mulai membasahi pipinya.
***
Reina dan Rehan adalah sepasang kekasih. Meskipun saat ini mereka terpisahkan oleh jarak, tapi itu tak jadi masalah buat mereka. Asalkan mereka saling percaya, jujur dan setia. Itu komitmen mereka.
Terkadang reina merasa iri saat melihat teman-temannya berpasangan. Tapi reina tidak goyah dengan pendiriannya, dengan sabar ia menunggu rehan. Rehan yang saat ini sudah semester 6.
Reina hanya menunggu waktu untuk menyatukan mereka kembali. Apalagi saat ini adalah detik-detik UN bagi reina. Ia semakin bersemangat menjalani hari-harinya. Karena ia sebentar lagi akan menjadi mahasiswi. Dan ia sudah menentukan universitas mana yang akan ia masuki, yaitu universitas yang sama dengan rehan. Ia akan menyusul rehan kesana.
Sudah beberapa bulan ini mereka tak bertemu. Membuat keduanya terbelenggu dengan kerinduan. Apalagi rehan, ia begitu tersiksa jika bayangan kekasihnya selalu muncul dalam benaknya. Seakan-akan ia ingin pergi menemui reina saat itu juga, tapi ia sadar akan kesibukannya sebagai seorang mahasiswa. Terpaksa ia juga sabar harus menunggu liburan.
***
Saat liburan tiba ternyata ada sesuatu yang membuat rehan tidak bisa pulang, jadi ia meminta reina untuk menemuinya di malang. Dengan senang hati reina mengiyakan permintaan rehan. Tapi, takdir berkata lain. Dua hari sebelum keberangkatan reina, ibunya jatuh sakit. Dengan berat hat reina menggagalkan keberangkatannya. Reina bersusah payah menjelaskan kepada rehan. Tapi karena keegoisan rehan, ia tetep tidak mau mengerti reina. Rehan mengira bahwa itu hanya alasan reina. Rehan merasa dibohongi. Karena merasa kecewa kepada reina, akhirnya rehan pergi bersenang-senang dengan perempuan lain. Rehan tak memikirkan perasaan reina, ia hanya ingin membalas sakit hatinya itu. Tetapi, reina tak tau yang dilakukan oleh rehan. Reina berfikir rehan akan segera memaafkannya.
Saat reina iseng membuka akun facebooknya, alangkah terkejutnya reina ketika melihat rehan mengunggah fotonya dengan perempuan lain. Rehan merangkul perempuan tersebut, dan mereka sama-sama tertawa bahagia. Rasa sesak memenuhi rongga dada reina. Dengan sekuat tenanga ia menahan air matanya. Tapi apa daya, saat mulut tak mampu berkata hanya air mata yang mampu menjelaskannya, dan ia mulai terisak.
To: my prince
Rehan, kenapa kamu tega sama aku? kenapa kamu seperti itu, padahal selama ini aku tak pernah pergi dengan pria lain, kamu jahat !!!
 
Reina tak menyangka rehan seperti itu, padahal selama ini ia tak pernah dekat-dekat dengan pria lain, apalagi berduaan. Dengan cepat reina mengirim sms kepada rehan.


From: my prince
Aku seperti ini karena kamu, kamu sudah bohongi aku. seandainya kamu kesini aku tak akan pergi dengan perempuan lain !
 
Reina berharap rehan segera membalas pesannya. Ia berharap rehan menjelaskan semuanya, karena ia takut salah paham. Dan tak lama kemudian rehan membalasnya.


Air mata reina semakin deras membanjiri pipinya. Ia kecewa dengan jawaban rehan. Ia tak mengerti kenapa rehan menyalahkan dirinya. Padahal jelas-jelas reina tak bisa berangkat karena ibunya sakit. Tapi rehan malah menyangkalnya, ia tak mau mengerti, dan ia hanya menyebutnya itu sebagai ALASAN.
Rehan adalah orang paling egois yang pernah reina kenal, tapi dia juga orang yang membuat reina jatuh cinta. Memang cinta adalah misteri yang datang kapan saja dan kesiapa saja.
Reina memilih diam, karena ia tak tak tau apa yang harus dilakukannya. Percuma menjelaskan semuanya, karena rehan tetap tak bisa mengerti.
Hari demi hari berlalu, dan reinapun memaafkan kehilafan rehan. Sekarang mereka sudah baikan.
***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar